Sabtu, 28 Mei 2011
Rabu, 25 Mei 2011
Penokohan TAIKO Buku 7
1. Hashiba Hideyoshi adalah jendral dari klan Oda yang kesetiaannya tiada tanding, penuh optimisme, serta orang yang mudah mempelajari medan tempur.
“Dalam sekejap ia telah mempelajari medan dan hubungan antara ketujuh benteng musuh. Ia juga dapat mengawasi pergerakan pasukan dari markas besar pihak Mori, sehingga setiap pengiriman bala bantuan takkan luput dari perhatiannya.” (TAIKO : 732)
“Jangan putus asa, Kanbei. Kita masih punya tujuh hari lagi.” (TAIKO 739)
“Pasti bisa.” Untuk pertama kali ucapan Hideyoshi berlawanan dengan ucapan Kanbei.” (TAIKO : 739)
“Walau tak berarti, aku takkan berpaling dari junjunganku dan mengkhianati kepercayaan yang telah diberikannya. Itulah janji Hideyoshi. Dan ia bersungguh-sungguh.” (TAIKO : 832)
Pada kutipan Taiko halaman 832, kesetiaan Hideyoshi kepada junjungannya kembali ditunjukkan pada Taiko buku delapan; ia membalas kematian Oda dengan menghancurkan Klan Akechi.
2. Oda Nobunaga orang yang paling berkuasa di Jepang di abad pertengahan adalah seorang samurai yang memiliki cita-cita setinggi langit, bersemangat tinggi, dan orang yang sukar dipuaskan. Ia juga orang yang tidak menutup diri dengan kebudayaan baru, bahkan dari luar Jepang seklaipun.
“Itulah ciri Yang Mulia Nobunaga. Rupanya beliau sendiri ikut terjun ke kancah pertempuran. Beliau tentu bersemangat tinggi.” (TAIKO : 727)
“Nonunaga mempunyai cita-cita yang bahkan tak terbayangkan oleh orang yang hati-hati seperti Ieyasu, dan ia juga dianugerahi kemauan untuk mewujudkan cita-citanya itu.” (TAIKO : 751-752)
“Kumpulkan saja semuanya dan bawa ke sini. Pasti akan ada manfaatnya bagi budaya kita. Kini segala macam barang dari laut Barat dan Selatan. Penetrasi ke wilayah Timur takkan dapat dicegah.” (TAIKO : 805)
“Nobunaga laki-laki yang
sukar dipuaskan, ….” (TAIKO : 829)
“Ini berarti orang yang paling berkuasa di seluruh Jepang kini bertetangga dengan mereka.” (TAIKO : 798)
Nobunaga yang memiliki kebijakan mengenai budaya asing yang masuk ke Jepang saat itu mengatakan kalimat tersiratnya bahwa biarkan budaya asing masuk, ambil baiknya lalu buang yang tidak baik dan tidak berguna.
3. Akechi Mitsuhide seorang jendral Klan Oda yang dipanggil kepala jeruk oleh Nobunaga karena kepalanya yang seperti jeruk dan botak. Ia orang yang pandai dan lembut hati. Ia juga yang memimpin pemberontakan melawan junjungannya; Odan Nobunaga.
“Akhirnya, pelan-pelan, ia mengangkat kepalanya yang oleh Nobunaga disebut “kepala jeruk”, dan menatap ke pekarangan yang gelap.” (TAIKO : 752)
“Mitsuhide dianugerahi kemampuan menelaah yang jauh melebihi orang kebanyakan,…” (TAIKO : 753)
“Mitsuhide memang junjungan yang berhati lembut.” (TAIKO : 757)
“Bahkan ketika membayangkan kepala Mitsuhide yang botak mengilap,….” (TAIKO : 827)
“..Mitsuhide berdiri di sanggurdi, mendadak mengacungkan cemeti dan berseru, “ke Kuil Honno! Serbu kuil itu! Musuh-musuhku ada di Kuil Honno! cepat! cepat! aku sendiri akan menghabisi siapa saja yang berlambat-lambat!” (TAIKO : 813)
4. Kuroda Kanbei pengikut Hideyoshi yang cacat adalah orang yang profesional, pejuang handal yang tak kenal lelah, serta orang yang mampu membaca arus perubahan zaman, siapa yang akan menjadi penguasa, dan siapa yang akan jatuh.
“Tanpa tongkat penyangga, Kanbei masuk terpincang-pincang.” (TAIKO : 729)
“Mengapa Kanbei berada di garis depan saat hujan seperti ini? Seperti biasa, Hideyoshi terkesan oleh semangat Kanbei yang tak kenal lelah.” (TAIKO : 734)
“Setiap kali menemukan seseorang yang bekerja setengah hati, ia bergegas menghampiri dengan kecepatan yang tak terbayangkan bagi orang cacat, dan menghajar orang yang bersangkutan dengan tongkat.” (TAIKO : 739)
“Ini bukan karena marga Mori lemah, melainkan karena perubahan zaman. Mengertikah kalian?” (TAIKO : 743)
Kanbei yang mengerti arus perubahan zaman juga didukung pada taiko buku sebelumnya; yakni buku lima bab menara-menara azuchi pada halaman 576-577.
5. Akechi Mitsuharu sepupu Akechi Mitsuhide dan salah satu jendral klan Oda dari klan Akechi adalah orang yang tenang dan tidak mudah terbawa emosi.
“Ketika berdiri di muka gerbang yang dipimpin oleh sepupunya, Akechi Mitsuharu, ia merasa seolah-olah berhasil meloloskan diri dari sarang macan.” (TAIKO : 756)
“Sikap Mitsuharu tenang, dan ketiga laki-laki itu segera mengendalikan diri. Sepertinya mereka menyangka akan berhadapan dengan api, tapi hanya melihat air.” (TAIKO : 760)
“Mitsuharu mendengarkan semuanya tanpa membiarkan roman mukanya berubah.” (TAIKO : 761)
6. Shimizu Muneharu sang panglima benteng Takamatsu yang berusia lima puluh tahun, seorang jendral yang setia dan sampai mati mengikuti jalan samurai. Ia orang yang tenang, jujur, tidak banyak lagak,rendah hati, sederhana, serta orang yang ramah.
“Usianya sekitar lima puluh tahun, rendah hati, dan berpakaian sederhana….Orang itu demikian bersahaja, sehingga ia mungkin dianggap sebagai kepala kampung, seandainya tidak membawa pedang dan disertai pelayan.” (TAIKO : 729)
“Apapun yang mereka katakan padanya, ia hanya mengulangi dengan ramah dan penuh hormat.” (TAIKO : 730)
“Ia tidak sekedar berbasa-basi, dan kedua utusan pun sadar bahwa ia memang orang yang ramah. Muneharu musuh mereka, tapi kejujurannya tak perlu diragukan.” (TAIKO : 731)
7. Tokugawa Ieyasu sekutu kuat Oda Nobunaga orang yang sabar, rendah hati, sederhana, dan berhati-hati. Ia disebut oleh Nobunaga sebagai ‘kawan lama yang setia’.
“Nonunaga mempunyai cita-cita yang bahkan tak terbayangkan oleh orang yang hati-hati seperti Ieyasu,...” (TAIKO : 750)
“Ieyasu, Nobunaga pun mengakui, mempunyai kelebihan yang tak dimilikinya, yakni kesabaran, kerendahan hati, dan kesederhanaan.” (TAIKO : 751)
“Nobunaga tergerak untuk menyebut Ieyasu ‘kawan lama yangs setia’.” (TAIKO : 751)
Senin, 23 Mei 2011
Shogun Tokugawa Ieyasu
TOKUGAWA IEYASU (徳川 家康)
Tokugawa Ieyasu [徳川 家康] (Okazaki, 31 Januari 1543 – meninggal di Shizuoka, 1 Juni 1616) adalah seorang daimyo dan shogun di Jepang setelah menang dalam pertempuran yang sangta terkenal, yaitu perang Sekigahara. Awalnya ia bermarga Matsudaira. Bersama dengan Toyotomi Hideyoshi dan Oda Nobunaga, Ieyasu adalah salah satu dari tiga pemersatu Jepang pada periode Sengoku (masa perang saudara Jepang).
Ieyasu terkenal dengan kepribadian yang sabar dan tenang. Ia merupakan sahabat dan sekutu terkuat Nobunaga. Masa kecilnya yang menyedihkan sebagai pemimpin provinsi Mikawa dihabiskan sebagai sandera marga Imagawa. Namun, pengetahuan yang didapatnya tidak kalah dari siapapun.
Setelah kematian sang Taiko; Toyotomi Hideyoshi, ia mulai memperlihatkan ambisinya untuk menjadi penguasa seluruh Jepang. Banyak yang mengatakan bahwa ia sudah lama memendam ambisi untuk menjadi penguasa Jepang, tapi ia hanyalah menunggu saat yang tepat untuk bertindak. Kemenanangan pun diraihnya dalam Perang Sekigahara melawan pengikut setia Hideyoshi yang mendukung Toyotomi Hideyori sebagai penerus; Ishida Mitsunari. Marganya; Tokugawa memimpin Jepang selama kurang lebih dua ratus tahun dan berakhir sejak zaman Meiji. Dan pada masa kepemimpinan klannya ini, Jepang melakukan isolasi dari dunia luar, kecuali dari Cina dan Belanda.
Toyotomi Hideyoshi sang Taiko
TOYOTOMI HIDEYOSHI (豊臣 秀吉)
Toyotomi Hideyoshi [豊臣 秀吉] (2 Februari 1536 – 18 September 1598) adalah pemimpin Jepang setelah Oda Nobunaga. Ia dilahirkan di desa Nakamura dengan nama Kinoshita Hiyoshi di bawah provinsi Owari; kekuasaan Nobunaga. Ia dikenal bertampang seperti monyet. Setelah ayahnya; Kinoshita Yaemon wafat, ibunya menikah lagi dengan Chikuami. Namun, karena ayah tirinya kasar, ia memutuskan untuk berkelana mencari tuan yang akan dilayaninya dengan baik.
Pamannya yang juga seorang samurai bernama Donjo sempat membawanya ke sebuah kuil, namun ia dipulangkan. Ia sering berpindah-pindah tempat kerja, karena tidak ada yang betah menjadikannya pekerja tetap. Bahkan ia pernah menjadi penjual jarum yang lusuh dan tanpa tempat tinggal. Ia bercita-cita ingin menjadi samurai yang hebat, membahagiakan orang tuanya, dan digilai banyak wanita.
Ia pernah bekerja pada klan Imagawa, juga menjadi pelayan Hachisuka Koroku, namun ia melarikan diri dan berniat mencari majukan yang cocok untuknya. Setelah melayani beberapa tuan, ia bertemu dengan Oda Nobunaga yang saat itu dilihatnya berlatih militer di tepi sungai. Kali ini ia benar-benar ingin menjadikan Nobunaga sebagai tuannya yang terakhir, apalagi Nobunaga pemimpin wilayah tempatnya berasal.
Hideyoshi adalah orang yang sangat sabar, pekerja keras, dan disukai teman maupun lawannya. Bahkan ia tidak terpengaruh dengan ejekan monyet yang disematkan kepadanya. Setelah menjadi pelayan Nobunaga dan menjadi pembawa sendal, ia memperlihatkan kemampuannya dengan perlahan-lahan jabatannya mulai naik. Sebagai pelayan di kandang, kemudian ditempatkan di dapur, berhasil merenovasi tembok benteng Kiyosu, sampai menjadi komandan dengan membawahi tiga puluh prajurit infanteri. Pertempuran pertamanya pada perang Okehazama. Namun, dalam perang ini ia belum membuktikan kemampuannya pada Nobunaga.
Hideyoshi yang berhasil menundukkan Hachisuka Koroku, tiga macan dari Mino, bersahabat dengan Takenaka Hanbei, dan berperan besar dalam penaklukan-penaklukan yang dilakukan Oda Nobunaga.
Beberapa tahun setelah mengabdi pada marga Oda, ia diberikan sebuah benteng; Nagahama. Setelah Nobunaga wafat, ia kembali dari barat menuju Azuchi dalam rangka membalaskan dendam kepada marga Akechi dan pemimpinnya atas kematian tuannya. Tindakannya ini dinilai cepat oleh semua orang yang tak menduga bahwa ia berhasil berdamai dengan marga Mori di barat.
Keterampilannya dalam bernegosiasi dengan lawan serta taktik perang yang jitu, membuat namanya semakin dikenal bahkan di kalangan kaisar sekalipun. Selama konfliknya dengan Shibata Katsuie dan Oda Nobutaka – dalam memperebutkan posisi penerus Nobunaga, apakah Nobutaka atau cucu Nobunaga; Samboshi- Hideyoshi mulai membangun istana yang paling megah saat itu mengalahkan benteng Azuchi-nya Nobunaga di Osaka. Ke depannya, benteng ini dikenal dengan nama Momoyama, dikenallah zaman Azuchi-Momoyama. Kekalahan Katsuie dan Nobutaka tak terhindarkan. Setelah kematian mereka berdua pun, Hideyoshi masih harus berhadapan dengan Tokugawa Ieyasu dan Oda Nobuo.
Namun, pada akhirnya, Hideyoshi-lah yang berada di atas angin. Setelah berhasil berdamai dan bersekutu dengan Ieyasu, jadilah Hideyoshi penguasa seluruh Jepang. Walaupun tidak mendapatkan gelar Shogun dari kaisar, dikarenakan masalah asal-usulnya, ia tetaplah pemersatu Jepang dan sangat dihormati. Sampai sekarang pun, Hideyoshi masih dikenal sebagai Sang Taiko di Jepang. Kebijakannya saat itu salah satunya adalah melarang kalangan di luar samurai untuk memiliki senjata. Cita-citanya ia ingin pergi ke negeri Kaisar Ming; Cina. Namun, ia wafat dalam masa infasinya ke Korea dan tidak dapat menaklukkan Cina.
Minggu, 22 Mei 2011
terjemahannya apa, yah?
自動販売機
日本にはいろいろな自動販売機がある。自動販売機の中で飲み物の販売機が一番多くて、265万台ある。冷たい飲み物や温かい飲み物を売っている。冷たい飲み物を買うとき、氷画要らなければ、「氷なし」のボタンを押す。コーヒーの自動販売機は砂糖やミルクをボタンで調節できる。甘いのがすきなら、砂糖を増やすボタンを押せばいい。
2番目はサービスをする自動販売機で、123万台ある。これは両替や銀行やATMや駐車場のメーターなどの機械だ。3番目はたばこの販売機で、53万台、4番目が食べる物の販売機で、17万台ある。そして切符の販売機で、4万台、ほかにいろいろな自動販売機があって、全部で554万台になる。
自動販売機は一日中動いているから、いつでも買い物できる。便利だが、問題もある。電気をたくさん使うし、紙コップは一回使ったら、捨ててしまうから、むだだ。日本では20歳にならなければ、たばこは吸えない。夜は人がいないから、子供もたばこが買える。それで、夜11時から朝5時までたばこの販売機は止めてある。
また、最近、知らない人と話したくないと思う若い人が多くなっている。自動販売機が増えれば増えるほど、人と話す機会が少なくなる。機械は便利だが、問題も多い。
Langganan:
Postingan (Atom)





